blogkombecks
Sedang memuat...

Empat Pemain PSS Sleman Ungkap Fakta Dibalik Sepakbola Gajah


Sudah delapan bulan berlalu, kasus sepakbola gajah yang mencoreng sepakbola Indonesia kembali hangat dibicarakan walau sebenarnya telah disidangkan oleh PSSI.  Sepakbola gajah terjadi pada babak delapan besar Divisi Utama Grup 1, Minggu 26 Oktober 2014 lalu. Saat PSS menang 3-2 atas PSIS itu, lima gol yang tercipta merupakan hasil bunuh diri.

Tak hanya menghebohkan Indonesia berita ini juga tersebar ke dunia internasional. Akibatnya, PSSI menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pemain berupa denda serta larangan terlibat dalam sepak bola nasional, bahkan ada yang sampai seumur hidup, begitupun dengan sekretaris tim dan pelatih. Namun, pemain tak rela jika hanya mereka yang disalahkan, sementara ada yang terlibat namun lepas dari jeratan hukuman

Dari sembilan pemain yang diundang, empat pemain yang hadir bicara buka-bukaan dalam acara Kupas Tuntas Kasus Sepak Bola Gajah PSIS Semarang vs PSS Sleman, Rabu (29/7/2015) yang diselenggarakan oleh Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI) di Hotel Merapi Merbabu, Yogyakarta. 

Empat pemain yang hadir adalah Satrio ( bek kanan),  Ridwan (gelandang),  Moniaga (striker), dan Ronald (bukan nama sebenarnya). Semuanya menjadi starting eleven ketika PSS Slemen menghadapi PSIS Semarang.

Pemain akui adanya instruksi dari Manajer
Dalam kesempatan itu pemain mengaku kecewa jika hanya mereka yang disalahkan, padahal sebenarnya pemain adalah korban. "Selama ini kami selalu disalahkan. Padahal, kami ini korban dari drama sepak bola gajah," ujar Satrio. 
 
Menurut Satrio, peristiwa sepakbola gajah itu terjadi karena adanya instruksi dari manajer PSS Sleman Suparjiono, setelah briefing dengan Pelatih PSS Sleman Hery Kiswanto, untuk menghindari Pusamania Borneo FC jika ingin lolos ke ISL.

"Intinya, jangan sampai kami bertemu Borneo FC kalau ingin ke ISL. Pak Suparjiono mengatakan itu setelah pemain briefing dengan pelatih," terang Satrio.

Beberapa pemain ternyata enggan mengikuti intruksi ini, termasuk Satrio dan Ronald. Saat turun minum, Ronald mengaku kembali diberikan instruksi agar melakukan gol bunuh diri untuk menghindari Pusamania Borneo. 

"Jadi, saat turun minum, saya dipanggil Pak Suparjiono (Manajer PSS saat itu). Saat di ruang ganti, manajer mengatakan kalau saya bikin gol bunuh diri, PSS akan terhindar dari Borneo FC," ujar Ronald

Hingga pertandingan memasuki menit ke-70 Ronald masih enggan untuk melakukan gol bunuh diri yang tidak sesuai dengan hati nuraninya sebagai seorang pemain. Ronald akhirnya dipanggil kepinggir lapangan dan kembali diberi instruksi. "Ndang di gol ke (cepet bikin gol bunuh diri). Ndak kedisikan Semarang," kata Ronald menirukan kata-kata Suparjiono saat itu. 

Akhirnya Ronald memutuskan untuk melakukan back-pass ke panjaga gawang yang berujung pada terciptanya gol bunuh diri. Aksi ini memicu pemain lain untuk melakukan gol bunuh diri yang menghasilkan lima gol pada pertandingan itu.

Keterangan Pemain kepada PSSI sudah diskenariokan
Pada kesempatan ini pemain juga mengaku bahwa keterangan mereka dihadapan Komdis PSSI sudah diskenariokan. Pemain sudah di briefing sebelum berangkat ke Jakarta. Sebelum berangkat, pemain dikumpulkan di mess PSS. Saat itulah Suparjiono mem-briefing dan meminta agar saat memberikan keterangan di PSSI sesuai dengan instruksinya. 

Pemain mengaku bingung dan tidak bisa berbuat apa-apa. "Jadi memang sudah diskenariokan. Kami tidak bisa apa-apa, kondisi kami serbabingung. Kalau Mas jadi kami, tentu juga akan sama," tutur Satrio. 

Keterangan ini dibantah Suparjiono
Suparjiono membatahkan semua keterangan pemain PSS Sleman. Ia mengaku tidak tahu dan tidak menginstruksikan apapun kepada pemain. Suparjiono juga mengatakan bahwa kasus ini sudah diselesaikan oleh PSSI.

"Tidak benar itu. Saya tidak tahu dan tidak menginstruksikan apa pun ke pemain. Kan kasus ini juga sudah diselidiki dan disidangkan oleh PSSI," kata Suparjiono
PSS Sleman 4128479416429666491

Beranda item

ADS

Artikel Terbaru

ADS

Mau Hosting Gratis?
Kapasitas besar, bisa PHP, Lengkap dengan cpanel, auto installer dengan CMS Favorit?
Hosting gratis tanpa iklan !!!

Ikuti Lewat Email

Ads

Mau Hosting Gratis?
Kapasitas besar, bisa PHP, Lengkap dengan cpanel, auto installer dengan CMS Favorit?
Hosting gratis tanpa iklan !!!