blogkombecks
Sedang memuat...

Psywar Sesama Pelatih Klub Indonesia Bisa Picu Konflik Antar Suporter


Selama ini liga sepakbola Indonesia memang sepi dari aksi-aksi pelatih yang menebar psywar sebelum laga. Berbeda dengan yang kita lihat di liga Inggris dimana ada beberapa pelatih yang kerap melontarkan psywar  sebelum laga.

Memang psywar di liga luar terlihat "menjual" dan membuat pertandingan menjadi seru dan heboh. Namun, apakah psywar antara pelatih itu cocok diterapkan di sepakbola Indonesia? belum tentu.

Akhir-akhir ini nama Iwan Setiawan pelatih Pusamania Borneo FC sedang tenar berkat aksi psywarnya kepada Persib dimedia yang dinilai banyak pihak sudah kelewat batas. Iwan dinilai telah melecehkan pelatih dan klub lain.

 "Saya meminta sewajarnya saja dan jangan ada pelecehan pada klub, terutama pelatih. Kalau ia profesional, bicara santun sebagai sesama warga Indonesia. Apalagi sepak bola ini bukan untuk membuat ricuh, tapi untuk mempersatukan," kata Manajer Persib Umuh Muchatar yang dikutip dari Simamaung.

Norma ketimuran yang lebih mengutamakan sopan santun tentu menjadi pembatas antara di sepakbola Inggris dengan Indonesia. Di Indonesia sesama pelatih dan klub dituntut untuk saling menghormati dan menghargai, bukan malah melecehkan.

Psywar yang berlebihan bukan saja berdampak untuk satu pertandingan kedepan, namun bisa berdampak jangka panjang. Psywar yang terlalu frontal telah menanamkan benih permusuhan pada kedua belah pihak, terutama pihak yang diserang.

Jika dilihat sebelumnya, hubungan antara pendukung Persib dan pendukung Borneo cukup baik. Namun setelah aksi Iwan ini gesekan-gesekan sudah tidak bisa dihindari. Bahkan saat pertadingan terakhir pendukung Persib mulai melakukan aksi balasan kepada Iwan.

Berkaca pada sejarah permusuhan klub, seharusnya psywar seperti ini tidak perlu terjadi. Saat ini kita bisa melihat pertikaian dua suporter klub yang menjadi rival tak kunjung bisa berdamai bahkan harus dibayar nyawa. Padahal sejarah permusuhan itu dimulai dari hal-hal yang sepele.

Bukan tidak mungkin aksi psywar yang dilontarkan Iwan akan memicu bibit-bibit konflik di suporter lapisan bawah. Memang Iwan berkilah psywar adalah hal yang wajar di sepakbola, namun disepakbola Indonesia itu adalah hal yang tabu, apalagi jika dilakukan dengan cara berlebihan.

Untuk apa psywar jika itu hanya menyakiti orang lain dan memicu konflik? pertandingan tetap akan ditentukan oleh mental pemain ketika dilapangan. Jika bermental juara tentu akan memang, kalo bermental tempe ya akan kalah juga. Dampak positifnya lebih kecil ketimbang mudaratnya.

Tak semua yang dari luar negeri itu harus diambil, terlebih yang jeleknya, karena budaya kita berbeda. Indonesia masih menjunjung tinggi nilai sopan santun.
Editorial 9158757288045832860

Beranda item

ADS

Artikel Terbaru

ADS

Mau Hosting Gratis?
Kapasitas besar, bisa PHP, Lengkap dengan cpanel, auto installer dengan CMS Favorit?
Hosting gratis tanpa iklan !!!

Ikuti Lewat Email

Ads

Mau Hosting Gratis?
Kapasitas besar, bisa PHP, Lengkap dengan cpanel, auto installer dengan CMS Favorit?
Hosting gratis tanpa iklan !!!